Sabtu, 20 Juni 2009

Kode Etik Senator

Sedikit pengantar dari gw sebelum menyajikan Kode Etik Senator ke hadapan massa lembaga gw yang sangat gw hormati ini..

. Sebagaimana kita tahu bersama, peran senator secara unit individual maupun Kongres secara satu unit terintegrasi sangatlah vital dalam keberlangsungan sistem proses kemahasiswaan ITB. Maka dari itu, perlu dibuat suatu kode etik yang digunakan untuk menjaga unjuk kerja senator secara individual ini agar menjamin efisiensi dan perolehan yang baik dari Kongres secara keseluruhan sehingga menjamin terlaksananya proses kemahasiswaan ITB yang mampu mengkonversi mahasiswanya menjadi produk dengan selektivitas tinggi untuk membangun Indonesia.

(bahasa paragraf 1 abstrak labtek-penulap dah... hahaha)

Yah intinya, kode etik ini dibikin buat menjamin biar semua senator yang ada di Kongres itu adalah orang-orang yang bener, yang bisa ngejalanin tugasnya dengan baik. Amin?

Buat diri gw sendiri, mudah2an Tuhan selalu ngasih gw kekuatan untuk bisa menjalankan isi kode etik ini sepenuhnya...

Buat rekan-rekan tim senator, mudah2an juga kita semua bisa nunjukin klo kita tim senator yang baik dan bisa memenuhi kode etik ini...

Buat bapak, mas2, dan mbak2 BPA, mohon dijadikan panduan untuk mengawasi kinerja tim senator...

Buat mas2 dan mbak2 BP dan massa HIMATEK, silakan tegur secara beradab jika ketahuan ada tim senator yang melanggar kode etik ini...

Selamat menikmati...

--------------------------------------

KODE ETIK SENATOR
BAB I
ETIKA SEBAGAI PRIBADI SENATOR

Pasal 1
Menjadikan amanah senator sebagai bagian pengabdian kepada Tuhan YME, kontribusi kepada bangsa secara umum dan masyarakat ITB secara khusus.

Pasal 2
Menjunjung tinggi nilai-nilai yang menjadi sifat KM ITB yaitu mandiri, kekeluargaan, adil, aspiratif dan representatif, efektif dan efisien, serta transparan.

Pasal 3
Mengenal, menyayangi, menghargai, saling membantu, serta saling mengingatkan sesama senator agar Kongres mampu tumbuh menjadi tim yang baik, solid, dan produktif.

Pasal 4
Mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi atau golongan, dengan dilandasi nilai-nilai kebenaran universal, moralitas, dan kebangsaan.

Pasal 5
Menjaga integritas pribadi, citra diri, dan komitmen sebagai senator.

Pasal 6
Memiliki sikap tanggung jawab terhadap wacananya masing-masing.

Pasal 7
Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima, menghormati, dan melaksanakan hasil keputusan sidang Kongres.

Pasal 8
Memiliki kesadaran untuk mencerdaskan dirinya sendiri mengenai wawasan kemahasiswaan dan kebangsaan.



BAB II
ETIKA SEBAGAI SENATOR UTUSAN HMJ ATAU RUMPUN UNIT


Pasal 9
Menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi massa HMJ atau rumpun unit yang diwakilinya.

Pasal 10
Menjaga nama baik HMJ atau rumpun unit yang diwakilinya.

Pasal 11
Mensosialiasikan segala hasil keputusan sidang Kongres kepada massa HMJ atau rumpun unit yang diwakilinya.

Pasal 12
Aktif membangun serta meningkatkan pencerdasan dan partisipasi massa HMJ atau rumpun unit dalam kemahasiswaan.


BAB III
ETIKA SEBAGAI SENATOR YANG MEWAKILI SELURUH MAHASISWA ITB


Pasal 13
Menjalankan fungsinya dan tugas yang diembankan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

Pasal 14
Menjaga nama baik, kewibawaan, dan kehormatan senator secara perorangan maupun Kongres secara lembaga.

Pasal 15
Hanya hasil ketetapan sidang Kongres yang berhak dikeluarkan ke publik dengan mengatasnamakan Kongres KM ITB.

Pasal 16
Memperjuangkan aspirasi dan kepentingan seluruh mahasiswa ITB.

Pasal 17
Tidak membawa konflik internal Kongres ke luar forum Kongres.

Pasal 18
Bersama-sama membangun suasana sidang/rapat yang kondusif untuk menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa kebaikan untuk semua pihak.


Kontrol Fungsi Legislasi Kongres KM ITB

* Mewakili Himpunan atau Rumpun Unit sehingga tidak boleh memegang jabatan struktural lain di organisasi intra kampus. (PS: ampun terpaksa ngelanggar, punten dibalikin ke BPA dah...)

* Bila diketahui sedang memegang jabatan, maka senator direkomendasikan untuk mengundurkan diri dari jabatan tersebut.

* Mengadakan forum dengan lembaganya minimal satu kali dalam sebulan, yaitu tiap minggu pertama tiap bulan.

* Penyerahkan kembali berita acara forum pelaporan ke Kongres KM ITB yang telah ditandatangani oleh Badan Pengawas Senator di Lembaganya diadakan mulai hari pertama minggu kedua tiap bulan.


Kontrol Fungsi Presensi Senator

* Bila senator 3 (tiga) kali berturut-turut tidak hadir (dengan alasan apa pun) dalam rapat kerja Kongres KM ITB, maka akan diberikan surat peringatan ke lembaga yang diwakilinya.

* Selama periode Bulan Juni, Juli dan Agustus atau selama masa libur dan kerja praktek maka kehadiran tim senator dan atau pejabat senator masing-masing lembaga dianggap dapat mewakili kehadiran senator yang semestinya didelegasikan oleh lembaga. Perhitungan absensi dihitung untuk semua agenda Kongres kecuali siding paripurna atau sidang istimewa kongres. Mekanisme ini dibuat sedemikian mungkin untuk meminimalisir ketidakefisienan komunikasi antara Kongres dengan lembaga.

* Bila senator tidak menghadiri Sidang Paripurna maka akan langsung diberi surat peringatan ke lembaga yang diwakilinya.

* Bila lembaga telah mendapatkan 5 (lima) kali surat peringatan, maka senator lembaganya direkomendasikan untuk di-recall.


-------------

Di sini kami tempa diri
pribadi tangguh nan berbudi
Kami ingin dapat berbuat
untuk jaya tanah airku
Kami siap baktikan diri
dengan jiwa dan raga ini
Berbuat demi negeri ini
agar jaya bangsaku

S'gala cita dan karsa ini
adalah bara 'tuk berkarya
Semangat kukobarkan s'lalu
api jaya almamaterku
Dengan tulus ku berikrar
untuk selalu berjuang
Setia kuusung panjimu
kibar jaya kampusku

Sumbangsihku mungkin tak berarti
tapi ikhlas kubaktikan semua...

Dengan tulus ku berikrar
untuk selalu berjuang
Setia kuusung panjimu
kibar jaya kampusku
Kibar jaya... ITB...

(Hymne KM-ITB)

------------------------------


Demi Tuhan, untuk bangsa dan almamater - merdeka!



.

Minggu, 14 Juni 2009

Manchester United Dapatkan Pengganti CR7

Setelah melepas megabintang Cristiano Ronaldo a.k.a. CR7 ke Real Madrid dengan harga yang memecahkan rekor transfer dunia, nampaknya fans berat Manchester United tidak perlu kecewa karena dalam waktu singkat Sir Alex Ferguson telah berhasil mendapatkan pengganti yang tidak kalah tangguhnya. Kabar terbaru menyebutkan bahwa telah tiba di Old Trafford seorang pemain baru yang diboyong untuk menggantikan posisi CR7, bahkan telah mendapatkan nomor punggung yang sama: 7.

Kita lihat saja bagaimana musim ini MU bisa melupakan peranan CR7 dan menyerahkan pada penggantinya, yaitu:




BA7.

Salam olahraga!



.

Sabtu, 06 Juni 2009

Selamat Ulang Tahun Bung Karno

"Berikan aku seribu pemuda dan aku akan mengguncang dunia!"

"Negara Republik Indonesia ini bukan milik golongan tertentu, agama tertentu, suku tertentu, adat istiadat tertentu, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!"

"Go to hell America, go to hell with your aids!"

"Kami menggoyangkan langit, menggempakan darat, dan menggelorakan samudera, agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2 sen sehari; bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli; bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita."

"Kita bangsa yang cinta perdamaian, tetapi lebih cinta KEMERDEKAAN!"

"No sacrifice is wasted."

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa pahlawannya."

"Engkau bisa, hei Rakyat, sebab engkaulah yang menjadi hakim - bukan aku, bukan Bung Hatta, bukan Angkatan Perang, bukan Kabinet."

"Masyarakat tidak terdiri dari kaum laki-laki saja, dan tidak pula dari kaum perempuan saja... Tak sehatlah masyarakat itu, manakala salah satu pihak menindas kepada yang lain, tak peduli fihak mana yang menindas dan tak peduli fihak mana yang tertindas..."

===============================




Memperingati 108 tahun lahirnya Proklamator, Presiden Pertama RI, Pemimpin Besar Revolusi, Ir. Soekarno (6 Juni 1901 - 21 Juni 1970).

"Eenden zwemmen in den troepen, maar de adelaar vliegt alleen."

Kamis, 04 Juni 2009

Kewajiban Utama Seorang Suami

Seorang suami pulang dengan wajah lesu ke rumahnya pada pukul 12 malam setelah kerja lembur yang melelahkan. Ketika ia memasuki ruang makan, nampak sang istri sedang duduk menghadapi makanan yang sudah dingin melotot marah kepadanya.

"Ke mana saja kau?" bentak sang istri. "Di mana tanggung jawabmu sebagai suami? Sudah lewat empat jam dari waktu makan dan engkau tidak juga muncul untuk menemaniku makan. Apakah kau sudah tidak perduli lagi kepadaku?"

"Sayang," jawab sang suami dengan kalem namun ketus. "jika aku tidak pulang jam segini, kita bukan hanya tidak bisa makan bersama, tapi KITA TIDAK AKAN PUNYA UANG UNTUK MAKAN."

---------------

Demi Tuhan, untuk bangsa dan almamater - merdeka!


.

Senin, 01 Juni 2009

Roh Kudus, Kuatkanlah Kami

"Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah Para Rasul 1:8)

Minggu kemarin kita merayakan Hari Pentakosta - hari ke-50 setelah kematian Kristus, dan hari ke-10 setelah kenaikanNya. Lalu apa sih yang terjadi pada hari itu? Mari lihat Kisah Para Rasul 2:1-47.


1Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
2Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
3dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
4Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.


Apa yang bisa kita lihat:

Murid-murid Yesus yang tadinya tidak bisa apa-apa, tidak berpendidikan; hanyalah sekumpulan rakyat jelata: nelayan, pemungut cukai, pemberontak; mendapat Roh Kudus, lalu berbicara dalam bahasa-bahasa lain. Kita lihat di ayat-ayat selanjutnya:

5Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.
6Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.
7Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?
8Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:
9kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,
10Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,
11baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."
12Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya ini?"
13Tetapi orang lain menyindir: "Mereka sedang mabuk oleh anggur manis."


Dengan kata lain, murid-murid yang tadinya katro itu menunjukkan kepandaian yang luar biasa, sampai-sampai masyarakat tidak percaya kalau mereka bisa melakukan hal sepintar itu. Meskipun demikian, murid-murid terus menunjukkan kepintaran mereka dengan menjawab keragu-raguan masyarakat itu:

14Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.
15Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan,
16tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoël:
17Akan terjadi pada hari-hari terakhir -- demikianlah firman Allah -- bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.
18Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.
19Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.
20Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu.
21Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.

Orang-orang katro ini bahkan bisa mengutip Kitab Suci Yahudi. Lebih dari itu, mereka seakan-akan mendapat keberanian kekuatan batin entah dari mana untuk bersaksi membela Guru mereka, Yesus Kristus. Yesus yang pada masa itu masih berstatus penjahat bagi pemerintah Romawi dan penyesat bagi agama Yahudi. Yesus yang waktu Dia ditangkap, orang-orang katro yang katanya murid-muridNya ini kabur meninggalkanNya karena takut ditangkap. Bahkan Petrus, orang yang kita lihat paling banyak omong tadi, waktu Yesus ditangkap malah menyangkalNya sampai tiga kali karena takut ditangkap juga.

Dari mana ya keberanian itu?

Kita lihat bagaimana mereka 'membela' Guru mereka:

22Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.
23Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.
24Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.
25Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
26Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram, 27sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
28Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu.
29Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini.
30Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya.
31Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan.
32Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.
33Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini.
34Sebab bukan Daud yang naik ke sorga, malahan Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku:
35Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu.
36Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."

Petrus dkk dengan jelas menyebut Yesus sebagai Tuhan dan Mesias, hal yang membuat Yesus dihukum mati oleh penguasa Romawi dan imam-imam Yahudi. Kalau dilihat sepintas, hal ini namanya cari mati.

Tapi apa hasilnya? Kita lihat...

37Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"
38Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
39Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."
40Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."
41Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.


Gila. Orang-orang malah bertobat. Dan bukan cuma bertobat...

42Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
43Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.
44Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,
45dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.
46Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,
47sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Bukan cuma bertobat, untuk seterusnya orang-orang yang dipertobatkan itu mempraktekkan gaya hidup yang benar dan mampu menarik lebih banyak orang lagi untuk selamat.

........................

Nah sekarang pertanyaan intinya... kenapa kita harus merayakan Pentakosta?

Kita merayakan Pentakosta karena... karena hal yang membuat para murid yang tadinya katro menjadi bijaksana dan berani. Yaitu Roh Kudus, Roh Allah. Roh Kudus yang memampukan para murid yang bukan siapa-siapa menjadi anak Tuhan yang luar biasa.

Kita, orang percaya, adalah murid-muridNya.

Kita, murid-muridNya, seringkali menganggap diri kita katro, nggak bisa apa-apa, ampas, sehingga kita menyerah... dan nggak mau melayani dia karena merasa kurang layak.

"Aku malu Tuhan, nilaiku jelek-jelek. Nanti apa kata orang kalau anak Tuhan nilainya jelek?"

"Jangan sekarang Tuhan, aku nggak bisa bagi waktu."

"Aku nggak pintar ngomong, Tuhan."

"Aku masih banyak dosa, Tuhan, aku nggak layak."

Roh Kudus yang akan menutupi semua itu! Tuhan telah memilih kita dan Ia tidak cuma asal lempar kerjaan saja. Dia akan memperlengkapi kita dengan sarana perang, api yang berkobar dari Roh Kudus!



Ingat Pentakosta. Ingat Roh Kudus yang diam dalam kita, murid-muridNya.

"Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya." (Roma 8:30)

.

Kamis, 21 Mei 2009

Pesan Terakhir Kristus

What is Jesus' last words for us before He left this earthly world? Let's see...

"Go, then, to all peoples everywhere and make them my disciples..." (Matthew 28:19)

"Go throughout the whole world and preach the gospel to all mankind..." (Mark 16:15)

"...you will be witnesses for me... to the ends of the earth." (Acts 1:8)




Have we qualified enough to fulfill His last words in this world? With our daily deeds so that the world could see the glory of God inside us and therefore also glorifying Him?

(celebrating The Ascension of Jesus Christ to Heaven)



You came from heaven to earth
(to show the way)
From the earth to the cross
(my debt to pay)
From the cross to the grave
From the grave to the sky
LORD I lift Your Name on high!





.

Sabtu, 09 Mei 2009

Unit Perlu Diwakili Tidak?

Salam hangat untuk setiap pembaca setia Bacotan Orang Terbuang. Kali ini Si Pembacot a.k.a. Alfonso R. P. del Castillo kembali menghadirkan sebuah tulisan, namun jika biasanya tulisan saya selalu layak dibaca, sekarang saya tidak menghadirkan tulisan untuk dibaca saja namun terutama untuk dikomentari, khususnya untuk rekan-rekan sesama mahasiswa ITB.

Begini ceritanya...

Seperti yang teman-teman tahu, di ITB ini ada 2 macam organisasi kemahasiswaan, yaitu himpunan dan unit. Himpunan itu ya isinya mahasiswa di jurusan/fakultas/sekolahnya masing-masing (di ITB ada 29), yang berdasarkan keprofesian di bidang ilmunya masing-masing. Klo unit itu ada banyak, dan unit merupakan tempat buat penyaluran minat dan bakat, bisa di bidang olahraga, kesenian, diskusi dan kajian, ekonomi, jurnalistik, atau keagamaan, atau yang lainnya. Untuk teman-teman ITB pasti tau lah ya bedanya lingkungan pergaulan di himpunan dan di unit. Pasti beda. Terutama teman-teman yang aktif di keduanya pasti paham.

Nah, di ITB ini kan kita hidup dalam sebuah organisasi yang lebih besar lagi, yaitu KM-ITB. KM-ITB itu mengatasi himpunan-himpunan dan unit-unit. Malahan pada intinya kan KM-ITB itu sebenernya organisasi yang terdiri dari himpunan-himpunan dan unit-unit.

Nah, di setiap kelompok apapun kan diusahain semua anggotanya yang megang peranan dalam menjalankan kelompok tersebut. Contohnya aja waktu rapat RT diusahain semua datang rapat RT kan, biar nggak ada yang keberatan dengan hasilnya. Idealnya sih begitu...

Untuk kelompok yang gede, kan pasti ada yang namanya sistem perwakilan biar semua bisa terwakili. Satu perwakilan mewakili kelompok-kelompok kecil yang ada di kelompok besar itu. Kumpulan perwakilan inilah yang jadi lembaga tertinggi di kelompok itu. Contohnya aja pemerintahan Indonesia yang punya MPR (perwakilan tiap daerah), universitas negeri macam ITB yang punya Majelis Wali Amanat alias MWA (isinya ada perwakilan tiap pihak yg punya kepentingan di ITB: rektorat, mahasiswa, masyarakat, dosen, pegawai, pemerintah). Atau himpunan mahasiswa di ITB macam HIMATEK yang punya Badan Perwakilan Anggota (BPA, yang mewakili angkatan masing-masing).

Nah, sama pula dengan KM-ITB yang terdiri dari himpunan-himpunan dan unit-unit. KM-ITB juga punya kumpulan perwakilan dari lembaga-lembaga di bawahnya (himpunan dan unit). Seperti organisasi lainnya, kumpulan perwakilan ini jadi lembaga tertingginya KM-ITB. Namanya pasti teman-teman sudah kenal baik: Kongres KM-ITB, yang menduduki posisi tertinggi seperti MPR Indonesia, MWA ITB, atau BPA HIMATEK. Isinya Kongres, ya perwakilan himpunan dan unit, satu orang per lembaga, yang namanya senator. Seperti biasa, Kongres dibuat sebagai perwakilan biar klo KM-ITB mengambil kebijakan, semua anggota KM-ITB (himpunan dan unit) terwakili dan nggak ribut atau protes.

Klo mau adil, kan seharusnya dibuat 1 orang mewakili 1 himpunan/unit. Jadi ada 1 senator per himpunan/unit. NAAAAAAH... tapi kita udah bahas tadi, himpunan dan unit memang beda. Suasana di dalamnya agak beda, lingkungan pergaulannya beda, keanggotaannya beda, tujuannya pun juga beda. Himpunan isinya anak2 sejurusan yang punya latar belakang ilmu yang sama, unit isinya anak2 berbagai jurusan yang hobi atau minatnya sama. Kaderisasi di himpunan umumnya lebih 'mengikat', bahkan dalam Rancangan Umum Kaderisasi KM-ITB, semua orang harusnya masuk himpunan. Sementara, unit cenderung lebih 'bebas' karena berdasarkan bakat dan minat.

Dalam dunia kemahasiswaan, rata-rata himpunan lebih menaruh perhatian pada sistem KM-ITB (karena dalam sejarahnya pun, KM-ITB didirikan oleh himpunan-himpunan se-ITB). Makanya, dalam kenyataannya, himpunan-lah yang lebih banyak mengirimkan senatornya ke kongres. Sementara unit, rata-rata hanya memiliki kepentingan terhadap kelangsungan unitnya sendiri saja dalam hubungannya terhadap sistem KM-ITB. Jadi, kepentingan himpunan dan unit berbeda. Maka dari itu, untuk unit tidak bisa diterapkan 1 unit 1 senator seperti di himpunan.

Mengapa? Karena himpunan ada 29 dan unit ada sekitar 79! Dapat dibayangkan klo Kongres yang lembaga tertinggi didominasi oleh perwakilan unit. Makanya itu, unit dibatasi keterwakilannya di kongres menjadi 29 orang juga, sama dengan banyaknya senator himpunan. Bagaimana 79 unit diwakili 29 orang? Caranya adalah dengan membagi-bagi 79 unit itu jadi rumpun (kelompok) unit: ada seni-budaya, kajian-pendidikan, olahraga, dan media. Tiap rumpun diwakili sekitar 1-5 senator tergantung keputusan ketua-ketua unit masing-masing rumpun. Untuk 5 unit agama dikirimkan masing-masing 1 senator karena kepentingan unit agama tidak bisa diserumpunkan.

Namun demikian, tetap saja yang selama ini terlihat adalah partisipasi senator himpunan memang lebih banyak dari senator unit. Senator himpunan masih mendapat pengawasan dan perhatian dari BPA atau lembaga yang mengatasi dia di himpunan, sedangkan di unit seringkali tidak begitu karena masih belum jelas siapa yang bertanggung jawab atas senator masing-masing rumpun. Ada juga yang merasa bahwa kepentingan tiap unit beda-beda bahkan dalam satu rumpun, jadinya nggak bisa diwakili oleh senator rumpun.

Intinya, di sini lagi ada debat seru: senator unit perlu nggak sih?

Terlebih lagi, klo kita baca RUK, himpunan kan adalah basis massa. Basis massa itu... seperti ini. Klo di Indonesia, propinsi-lah basis massanya. Setiap orang pasti punya wakil di MPR, yaitu dari propinsi tempat dia nyoblos. Seseorang nggak bisa nyoblos di 2 propinsi bukan? Namun pada zaman Pak Harto, diasumsikan ada 'golongan' yang juga punya kepentingan lain dari propinsi. 'Golongan' ini juga harus terwakili di MPR. Makanya ada Fraksi TNI-Polri dan Fraksi Utusan Golongan. Contoh utusan golongan: dari golongan buruh, agamawan, usahawan, seniman, pemuda, kewanitaan, dll. Nah, klo di KM-ITB, golongan ini kita ibaratkan sebagai unit.

Masalahnya di sini, nanti ada yang keterwakilannya dobel donk. Misalkan ada seorang pemuda Jawa Barat, berarti di MPR dia bisa diwakili caleg yang menang pemilu di dapil Jabar DAN utusan golongan pemuda. Biar adil, seharusnya utusan golongan ditiadakan donk? Nggak juga, soalnya utusan golongan harus menyuarakan kepentingan golongannya. Misalnya, si utusan golongan pemuda tau dan harus fokus menyuarakan kepentingan pemuda, yang mungkin anggota MPR dari Jabar nggak tau dan nggak ahli tentang kepentingan pemuda.

Sama kayak di KM-ITB. Misalkan Saudara Ferdie Darmawan dari HIMATEK punya kepentingan tentang KSEP (kgk tau dah, lu masih di KSEP kgk Fer? hahaha... gpp lah, buat contoh aja yah..) dan harus disuarakan di KM-ITB, akan susah bagi Saudara Alfonso selaku Senator HIMATEK untuk memahami seperti apa sih kepentingan KSEP... Namun di satu sisi itu berarti Saudara Ferdie Darmawan punya suara dobel, dari Saudara Alfonso selaku senator himpunan beliau dan dari senator rumpun unit kajian-pendidikan.

Jadi untuk teman-teman, ada satu pertanyaan yang ingin saya ajukan:

Sebenarnya unit perlu senator atau tidak sih?
Dan jelaskan pertimbangannya. Mohon dijawab ya teman-teman, terima kasih. Maaf klo ada salah-salah kata, klo ada tolong dikoreksi dengan sopan dan jelas dan tidak memancing emosi.

Untuk Tuhan, bangsa, dan almamater - merdeka!


.

Minggu, 03 Mei 2009

Hidup Sebagai Hamba Allah

Hidup Sebagai Hamba Allah (I Petrus 2:11-25)
Inti dari pelayanan adalah hidup yang melayani. Pelayanan terhadap Tuhan yang sesungguhnya adalah jika dalam kehidupan sehari-hari kita berbuat sesuai dengan kehendak Tuhan. Dengan demikian kita menjadi hamba Tuhan yang sesungguhnya.

Bagaimanakah kita sebagai seorang hamba Tuhan, pelayan Tuhan, di lingkungan seperti ini, diharuskan berlaku oleh Tuhan setiap harinya? Mari kita buka I Petrus 2:11-25.

11Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa. 12Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.

Hidup kita hendaknya kudus dan benar dalam Tuhan, sehingga orang lain di sekitar kita menganggap anak-anak Tuhan itu baik dan syukur-syukur mereka menerima Tuhan Yesus dan diselamatkan (Matius 5:16). Amin? Itulah pelayanan kita yang sejati, yang membawa jiwa-jiwa kepada Yesus.

13Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, 14maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik.

Kita sebagai orang percaya hendaknya menaati otoritas yang berlaku di lingkungan kita, meskipun bukan orang percaya yang memegangnya (Matius 22:21). Jadi, kita nggak boleh menentang pemimpin kita hanya karena dia berbeda keyakinan. Tapi ingat, kita tunduk pada mereka dalam Tuhan. Kalau ada hal yang bertentangan dengan hukum Tuhan, kita tahu mana yang harus kita dahulukan.

15Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh. 16Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.

Kita diberi kebebasan untuk relevan dengan perkembangan zaman, dan kita dapat saja menggunakan cara-cara yang digunakan oleh orang-orang dunia dalam menjalani hidup, selama semua itu bertujuan untuk melayani Allah (I Korintus 9:19-21). Contoh paling nyata: alangkah baiknya jika Internet digunakan untuk menyebarkan pesan tentang Injil kepada teman-teman kita, bukan buat nyari bokep!

17Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja! 18Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis.
Melayani Tuhan berarti berbuat baik kepada semua orang, karena itulah kehendak Tuhan (Matius 22:39). Kita berbuat baik terhadap orang lain bukan untuk menyenangkan orang tersebut, tetapi untuk menyenangkan Tuhan. Jadi, jika ada yang bertanya “Kenapa gue harus mengasihi si XXXX yang menyebalkan itu?”, kita sudah bisa menjawabnya, bukan?

19Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. 20Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.
Ini ayat untuk kita yang sering mengeluh kepada Tuhan tentang ketidakadilan dunia… Sabar, kalau betul kita menderita karena kita berbuat baik, Allah kita adalah Allah yang tak pernah ingkar janji. Ada upah besar bagi kita di surga.

21Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. 22Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.

Kristus harus menjadi teladan kita dalam melayani (Matius 5:48). Itu berarti, menjadi teladan kita dalam kehidupan sehari-hari. Jadilah seperti Kristus: jauh dari dosa dan kebohongan.

23Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.

Pelayanan paling ampuh adalah dengan menunjukkan pada dunia apa bedanya kita dengan mereka yang tidak mengenal Yesus: kita mengasihi semua orang termasuk orang-orang yang menganiaya kita (Matius 5:44). Jangan sekali-sekali membalas mereka; itu haknya Tuhan (Roma 12:19).

24Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. 25Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

Inilah mengapa kita harus melayani: pelayanan bukanlah cara kita untuk memupuk amal, bukan cara untuk mendapatkan pahala… Pelayanan adalah bentuk rasa syukur kita kepada Dia yang telah mati demi menebus dosa-dosa kita. Dia telah memberikan hidupNya untuk kita, masa’ kita nggak mau memberikan hidup kita untuk Dia?

Tidak ada alasan untuk tidak melayani.

Untuk rekan-rekan yang akan menjadi pengurus PDTK setahun ke depan: selamat melayani Tuhan.
Untuk rekan-rekan pengurus PDTK yang akan mengakhiri masa jabatannya: teruskan melayani Tuhan.
Untuk semua saudara seiman: hiduplah untuk melayani Tuhan.

Alfonso R., TK’06




[Tulisan ini ada di warta PDTK bulan April, dan memang dikhususkan dibuat untuk momen pergantian kepengurusan PDTK]

Fiat voluntas Tua, sicut in caelo et in terra.



.

Sabtu, 02 Mei 2009

Bila Kau Yang Membuka Pintu

Merasa punya masalah berat dalam hidup? Ingin minta tolong ke orang lain tapi ditolak? Merasa dunia tidak adil? Salah sendiri.

Setiap orang pasti punya masalah masing-masing. Salah besar jika kita punya masalah lalu kita menganggap minta tolong ke orang lain bisa langsung menyelesaikan masalah. Mereka juga sudah banyak dibebani persoalan tersendiri yang mungkin lebih parah dari persoalan kita.

Lantas bagaimana? Jawabannya sebenarnya sederhana, klise, tapi ya memang begitulah adanya: minta tolonglah ke Dia yang tidak memiliki masalah... dan yang berkuasa untuk menyelesaikan masalah.

Ini cuma sedikit catatan kecil yang gw bikin untuk jadi pengingat, untuk jadi penanda, untuk jadi penyemangat buat diri gw sendiri... syukur2 klo bisa untuk orang lain juga... bahwa sebenarnya berharap sama orang lain sia-sia, orang lain juga kemampuannya terbatas... kenapa nggak berharap sama Yang Maha Kuasa aja sih, Dia pasti akan bantu (mungkin lewat tangan orang lain juga).

Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. Filipi 4:13.

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Matius 11:28.

Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. Ulangan 31:6.

Rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. I Petrus 5:6.

TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun. Ulangan 28:13.

Bila Kau yang membuka pintu
Tak ada satupun dapat menutupnya
Bila Kau yang mengangkat aku
Tiada yang dapat merendahkanku








.

Senin, 27 April 2009

Seorang Nabi Tidak Pernah Dihargai di Negerinya Sendiri

Ini adalah cerita tentang seorang Yesus Kristus, yang ditolak di tempat kelahirannya. Menurut Injil Markus pasal 6 ayat 1-6a...

1 Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia.
2 Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?
3 Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.
4 Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya."
5 Ia tidak dapat mengadakan satu mujizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka.
6a Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka.


Dari kutipan Alkitab di atas, kita dapat melihat bahwa Yesus sendiri mengalami dan membenarkan bahwa seorang nabi tidak dihargai di tempat asalnya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Padahal bukannya seseorang seharusnya dapat lebih mudah mengharapkan dukungan dari orang-orang terdekatnya, orang-orang yang dia sudah kenal? Dan seorang nabi, seorang penghubung antara Allah dan manusia, tentunya akan lebih didengar dengan audiens yang dia sudah kenal terlebih dahulu?

Ternyata salah besar.

Penyebab utamanya justru karena hal yang telah diuraikan di atas. Seorang nabi tentunya telah sangat dikenal di tempat asalnya sendiri. Orang sudah tahu bagaimana latar belakangnya, bagaimana kelakuannya, bagaimana baik buruknya, sehingga orang di tempat asalnya cenderung menganggap rendah sang nabi tersebut. Contohnya seperti di atas pada kasus Yesus, di mana Yesus mengajar dan menarik pengikut-pengikut sampai ribuan jumlahnya di seluruh Israel. Untuk sebagian besar rakyat Israel, mungkin Yesus tampak seperti seorang bijak dan penuh kuasa Ilahi. Namun bagi orang-orang Nazaret, Yesus yang mereka kenal adalah seorang Yesus yang mereka kenal sejak Dia masih kecil, yang hanya anak seorang tukang kayu miskin bernama Yusuf, dan yang saudara-saudaranya pun mereka kenal. Injil Yohanes pasal 6 ayat 41-42 mencatat bahwa:

41 Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: "Akulah roti yang telah turun dari sorga."
42 Kata mereka: "Bukankah Ia ini Yesus, anak Yusuf, yang ibu bapa-Nya kita kenal? Bagaimana Ia dapat berkata: Aku telah turun dari sorga?"


Kasarnya, ketika Yesus berbicara selangit tentang Kerajaan Sorga, respons orang-orang adalah: "Lu pikir lu siapa? Nggak usah ngomong tinggi-tinggi lah, kita-kita juga tau lu benernya cuma anak tukang kayu, ngapain nyebut-nyebut Kerajaan Sorga segala!"

Menyedihkan? Jelas. Sakit? Jelas.

Dampaknya negatif? Jelas. Tahu dari mana?

Sebuah ayat dari kutipan di atas (Markus 6:5) memperlihatkan betapa Yesus, manusia yang paling penuh kuasa Ilahi di muka bumi ini, bahkan 'tidak mampu' mengadakan satu pun mujizat di Nazaret, tanah kelahirannya, kecuali beberapa pekerjaan kecil-kecilan. Seorang Yesus yang kemampuannya berguna untuk membuat mujizat, tidak dapat menggunakan kemampuannya untuk menghasilkan dampak yang baik.

Siapa yang rugi? Yesus? Selain sakit hati dan kecewa, nampaknya tidak ada kerugian lain yang dialami Yesus.

Penduduk Nazaret? Jelas. Mereka kehilangan kesempatan untuk mengalami mujizat yang dibawa oleh Yesus. Jelas sebuah kerugian.

Ataukah mereka sebenarnya tidak membutuhkan mujizat tersebut? Apakah mereka merasa bahwa hidup sehari-hari mereka sudah cukup bisa diusahakan tanpa perlu adanya mujizat yang dibawa Yesus?

Apa memang sudah takdir seorang nabi? Versi lain dari kisah di atas dapat dilihat pada Injil Lukas 4:16-30. Yang menarik, Yesus di sini memaparkan:

24 Dan kata-Nya lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.
25 Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
26 Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.
27 Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu."


Apakah memang untuk orang-orang yang mengenalnya, seorang nabi tak lebih dari manusia biasa sehingga dianggap tidak cocok untuk menjadi penghubung Allah dan manusia?

Saya kembalikan kepada diri kita masing-masing untuk menjawabnya.

Untuk Tuhan, bangsa, dan almamater - merdeka!



.

Rabu, 22 April 2009

Inilah Suara Kami [Penarikan Aspirasi HIMATEK, termasuk Sedikit Aspirasi Pribadi, Kawan...]

Tulisan ini berisi kumpulan pendapat rekan-rekan HIMATEK untuk kerja Kabinet KM-ITB dan Anggota MWA Wakil Mahasiswa ITB setahun ke depan. Bahan diperoleh dari: 1. Wawancara langsung dengan sekitar 30 orang massa HIMATEK. 2. Polling Kongres yang diisi 100 orang. 3. Angket buatan sendiri yang diisi angkatan 2007 HIMATEK. Bersiaplah...



Hal terpenting yang disorot oleh massa HIMATEK adalah informasi. Informasi harus menjadi prioritas utama KM-ITB, ketika keterlibatan seluruh massa secara 100% kurang realistis, minimal 100% mahasiswa ITB mengetahui apa pekerjaan KM-ITB dan ke mana arah geraknya sekarang. Cara paling efektif untuk menyebarkan informasi itu antara lain:
- Sosialisasi dari mulut ke mulut adalah hal yang paling ampuh, menghilangkan kesan kaku, formal, dan eksklusif. Hal ini dapat dilakukan oleh orang-orang yang memiliki informasi kepada teman dekat masing-masing.
- Sosialisasi dari mulut ke mulut juga dapat menjadi sarana penyampaian yang bebas 'bahasa dewa' yang berbelit-belit dan monoton, yang selama ini identik dengan kemahasiswaan terpusat di mata beberapa orang.
- Presiden KM dan kabinetnya, juga anggota MWA wakil mahasiswa dan timnya, (alias Ucup-Benny dkk) harus sering-sering mengunjungi himpunan dan mengajak bicara semua orang secara informal, untuk menimbulkan rasa kedekatan dan keterikatan orang. Tak kenal maka tak sayang, toh?

Ada yang mengeluhkan manajemen sumber daya oleh Kabinet KM-ITB yang selalu meminta orang untuk kepanitiaan, satgas, ataupun badan tertentu. Keluhannya adalah job desc pekerjaan yang dimaksud seringkali tidak diberikan sehingga kita hanya mengirim orang dan pada akhirnya terbengkalai sehingga orang tersebut tersia-siakan tenaganya dan malah cenderung berpikiran negatif terhadap kinerja Kabinet KM-ITB. Ada pula yang mengatakan bahwa kegiatan terpusat harus berbeda dengan himpunan, yaitu skala lebih besar, karena potensi KM-ITB khususnya Kabinet terlalu besar untuk mengadakan acara skala himpunan atau unit saja.

Mengenai hubungan kabinet dan himpunan, diharapkan Kabinet dapat mengadakan acara yang merupakan hasil koordinasi antar himpunan (tidak perlu ada pembentukan panitia khusus dari Kabinet). Kegiatan GFD yang diadakan bersama HIMATEK, HMTL, NYMPHAEA, U-GREEN dan GANESHA HIJAU dari Kabinet merupakan contoh yang masih dapat diperbaiki. Mengenai hubungan kabinet dan unit, diharapkan bahwa ketika mengadakan acara bersama diharapkan Kabinet menghilangkan kesan superioritas dan menunjukkan profesionalitas (ini didapat dari keluhan panitia Olimpiade dari unit).

Mengenai hubungan ke rektorat, KM-ITB harus mensinkronkan arah gerak dengan arah gerak ITB, yaitu menjadikan ITB world-class university. Untuk itu, KM-ITB diharuskan sering berdialog dengan pihak ITB agar dapat mengerti, apa bagian yang dapat dikerjakan KM-ITB untuk membantu terwujudnya visi ITB tersebut. Dengan demikian, pergerakan KM-ITB tidak terkesan sporadis dan berubah tiap kepengurusan tanpa arah yang benar-benar jelas, namun memiliki satu visi ke depan yang kuat.

Dari hasil polling ada 4 hal yang menarik:
1. 66% beraktivitas di himpunan dan hanya 9% di kemahasiswaan terpusat. Dari data, dapat disimpulkan bahwa pergerakan KM ITB berpotensi digunakan untuk mengkoordinir acara-acara himpunan dibanding mengadakan acara sendiri (lihat di atas).
2. Diskusi dan kajian merupakan hal yang paling tidak diminati (17%). Untuk mengatasinya, diskusi dan kajian harus dibuat lebih menarik dan mengena.
3. Hanya 1% yang ingin jadi politisi, PNS, dan birokrat; 56% merasa mahasiswa ITB apatis terhadap kepentingan rakyat, bangsa, dan negara. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa tidak tertarik pada politik dan pemerintahan.
4. Kebanyakan merasa mahasiswa ITB eksklusif (58%) dan sebagian besar karena alasan akademis; dan alasan utama kenapa harus berkontribusi terhadap bangsa dan negara adalah peran sebagai insan akademis (46%). Dapat dilihat bahwa keakademisan ini harus dijadikan senjata untuk berjuang, bukan menjadi hambatan.

Mengenai dana kemahasiswaan, yang terutama dituntut adalah transparansi dan publikasi besar-besaran. Kabinet sebagai pemegang dana hendaknya memberi dana lebih besar kepada himpunan atau unit yang berkembang, terutama yang berhasil mengembangkan keprofesiannya. Selain untuk insentif, hal itu juga berguna untuk membiayai pengembangan keprofesian.

INFORMASI, lagi-lagi menjadi hal yang utama untuk isu-isu eksternal. Massa kampus menuntut tahu setiap isu eksternal yang selama ini hanya diketahui jajaran tertentu saja. Bagaimana kita mau menyatakan sikap kepada UU BHP atau memberi saran tentang penyelamatan BakSil kalau yang tahu hanya segelintir orang, dan orang-orang yang sebenarnya dapat memberi masukan malah tidak mendapatkan informasi?

Untuk acara paling vital, yang seringkali dijadikan pangkal segala masalah kemahasiswaan kita: penyambutan mahasiswa baru a.k.a. INKM. HIMATEK berpendapat bahwa tujuan INKM yang paling penting ada 2 dan keduanya WAJIB tercapai:
- Penyadaran mahasiswa baru terhadap wawasan kebangsaan. Sadarkan mereka kalau kita belajar di kampus ini, disubsidi uang rakyat, tidak untuk kepentingan kita secara individual. Kita di sini sebagai orang-orang terpilih memiliki kemampuan dan kewajiban untuk berbakti kepada bangsa dan negara, bukan cuma menikmati pendidikan murah berkualitas lalu kabur. Ilmu yang kita pelajari di kuliah, difokuskan agar kita dapat menghasilkan sesuatu bagi negara kita; melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
- Penyadaran bahwa gerakan kemahasiswaan di kampus kita adalah gerakan mahasiswa yang solutif seperti dideskripsikan di atas. Hal ini untuk mencegah mahasiswa baru ITB terjebak stigma yang berlaku di media massa bahwa gerakan kemahasiswaan seringkali anarkis dan kerjanya demo saja, dan pada akhirnya mau bersama-sama berjalan dalam gerakan kemahasiswaan ITB baik di himpunan, unit, atau skala lain.

INKM mendatang juga harus menjamin bahwa peserta yang ikut adalah sejumlah besar mahasiswa baru ITB. Acara harus dikemas dengan menarik dan tidak membosankan, agar semua peserta memiliki motivasi untuk ikut. Dan yang terakhir, segala bentuk kaderisasi penerimaan mahasiswa baru seperti INKM, kaderisasi fakultas, dan PPAB tiap himpunan (osjur) harus dilegalkan.

Untuk sebuah badan yang bernama Tim Beasiswa, massa menuntut diberitahu secara jelas, makhluk apakah Tim Beasiswa itu? Kerjasama dengan alumni perlu sekali diusahakan, salah satunya berguna untuk memotong jalur birokrasi yang dirasa rumit oleh teman-teman yang pernah berurusan dengan Tim Beasiswa.

Titipan bagi rekan kita di MWA: perbanyak kursi untuk calon-calon mahasiswa yang berkualitas namun tidak mampu secara ekonomi. Dengan kondisi uang masuk USM semahal ini, rasanya cukup beralasan jika massa mengusulkan perbandingan jatah USM vs SPMB sebesar 1:1.

Stimulus untuk iklim keprofesian harus ditingkatkan untuk tiap prodi. Tidak perlu dalam satu proker tersendiri, pendekatan kultural mungkin lebih efektif. Koordinasi dengan dosen dirasa masuk akal dan perlu dicoba, karena merekalah yang lebih mengerti keprofesian.

Perubahan terlalu signifikan dari kepengurusan lama kurang dikehendaki karena akan menyita tenaga. Massa meminta agar poin-poin yang sudah bagus dan tidak terlalu mendesak untuk diubah agar tidak diutak-atik lagi, termasuk Gerakan Kebangkitan Nasional dan jargon KM-ITB Milik Semua!

Poin terakhir, dan salah satu yang paling krusial, adalah bagaimana sang Presiden, anggota MWA, dan para stafnya membawa citra KM-ITB ke massa kampus itu sendiri. Harus disadari bahwa untuk sebagian besar massa kampus, kemahasiswaan terpusat itu identik dengan beberapa hal yang kurang baik, di antaranya: rapat tidak efektif, lama, tidak terfokus pada tujuan, dan selalu berputar di hal yang tidak perlu. Kesemuanya itu harus diakui benar oleh pemegang tampuk kepemimpinan kemahasiswaan terpusat dengan besar hati dan tidak defensif dalam menyikapi opini massa ini. Lebih penting lagi, budaya yang berlawanan dengan hal-hal kurang baik di atas harus dipupuk: rapat efektif, singkat namun jelas, fokus pada inti permasalahan, dan utamakan selesai rapat dengan cepat namun mencapai sasaran. Ingat kawan, waktu adalah sumber daya alam tak terbarukan. Minyak bumi 100 juta tahun lagi masih bisa regenerasi, namun waktu tak dapat diputar kembali. Kalau mahasiswa ITB, garda terdepan kemahasiswaan Indonesia, tidak bisa mengatur waktunya dengan efektif... kapan Indonesia tersenyum? Budayakan tepat waktu untuk segala kegiatan.

Orang juga sering melihat kemahasiswaan terpusat identik dengan ajang pamer perseorangan. Seseorang turut berpartisipasi karena ingin dikenal, karena ingin dianggap hebat. Hal ini yang membuat forum seringkali berlarut-larut karena setiap orang ingin pendapatnya didengar, meskipun tak jarang inti perkataannya sama dengan orang-orang yang berbicara sebelum dirinya. Kembali lagi efisiensi waktu menjadi tanda tanya besar. Maka itu, tuluslah mengabdi. Itu hakikat kita sebagai mahasiswa.

Massa menginginkan KM untuk bersuara lantang ke luar, kalau bisa dengan publikasi bombastis lewat media massa. Hal ini selain memiliki tujuan eksternal, juga sebagai deklarasi ke dalam kampus ITB bahwa ada sebuah wadah persatuan mahasiswa bernama KM-ITB yang mewadahi kita-kita. Yang terakhir, proker sebisa mungkin dibuat yang menarik dan aspiratif. Jangan untuk orang-orang tertentu yang itu-itu saja. Ingat, kita semua KM-ITB, dan sebisa mungkin proker adalah untuk kita semua, untuk KM-ITB.

Terakhir... kami ingin mengucapkan selamat bertugas kepada rekan-rekan kami, Ridwansyah Yusuf Achmad sebagai Presiden KM, dan Benny Nafariza sebagai anggota MWA wakil mahasiswa. Kami percayakan arah gerak kemahasiswaan kami setahun ke depan, jangan sia-siakan itu...

Untuk Tuhan, bangsa, dan almamater - Merdeka!



.

Minggu, 12 April 2009

Celebrate, The Resurrection of Our Lord!

Natal adalah perayaan kelahiran Tuhan kita ke dunia.
Setiap orang juga pasti pernah dilahirkan.

Jumat Agung adalah peringatan kematian Tuhan kita.
Setiap orang juga pasti akan mati.

Tapi hari ini, Minggu Paskah, kita merayakan Tuhan kita yang melawan maut, dan menang!

Bagi semua pembaca setia Bacotan Orang Terbuang, Si Pembacot a.k.a. Alfonso Rodriguez Peña del Castillo mengucapkan:


Happy Easter! Christ is risen, indeed He is risen!Joyeuses Pâques! Christ est ressuscite , en verite il est ressuscite!
Frohe Ostern! Christus ist auferstanden, wahrhaft auferstanden!Buona Pasqua! Cristo č risorto, č veramente risorto!
Felices Pascuas! Cristo esta resucitado, en verdad esta resucitado!
Zalig Pasen! Christus is opgestaan, Hij is waarlijk opgestaan!
Feliz Páscoa! Christo ressuscitou, em verdade ressuscitou!
Glad Påsk! Kristus ar upstanden, sannerligen upstanden!
Cáisc Shona Dhaoibh! Tá Críosd ar éirigh, go deimhin tá e ar éirigh!
Paşte fericit! Hristos a inviat, adeverat ca a inviat!
καλό Πάσχα! χριστοσ ανεστι, αλιθοσ ανεστι!
Светлой Пасхи! Христос воскресе, воистину воскресе!
よい復活祭を! キリスト復活,実に復活!
Surrexit Dominus vere! Christus resurrexit, vere resurrexit!

Selamat Paskah! Kristus bangkit, Ia sungguh bangkit!


Christ The Lord is Risen

Christ the Lord is ris'n indeed, Hallelujah!
He has met His people's need, Hallelujah!
Raise your joys and triumphs high, Hallelujah!
Sing, ye heav'ns and earth, reply, Hallelujah!

Lives again our glorious King, Hallelujah!
Where, O Death, is now thy sting? Hallelujah!
Dying once He all doth save, Hallelujah!
Where thy victory, O grave? Hallelujah!

Love's redeeming work is done, Hallelujah!
Fought the fight, the battle won, Hallelujah!
Death in vain forbade Him rise, Hallelujah!
Christ ascended o'er the skies, Hallelujah!

Soar we now where Christ hath led, Hallelujah!
Following our exalted Head, Hallelujah!
Made like Him, like Him we rise, Hallelujah!
Free from all the earthly ties, Hallelujah!




.

Jumat, 10 April 2009

Karena Kita...

Nichole Nordeman - Why

We rode into town the other day
Just me and my Daddy
He said I'd finally reached that age
And I could ride next to him on a horse
That of course was not quite as wide

We heard a crowd of people shouting
And so we stopped to find out why
And there was that man
That my dad said he loved
But today there was fear in his eyes

So I said "Daddy, why are they screaming?
Why are the faces of some of them beaming?
Why is He dressed in that bright purple robe?
I'll bet that crown hurts Him more than He shows

Daddy, please can't you do something?
He looks as though He's gonna cry
you said he was stronger than all of those guys
Daddy, please tell me why
Why does everyone want him to die?"


Later that day the sky grew cloudy
And Daddy said I should go inside
Somehow he knew things would get stormy
Boy was he right
But I could not keep from wondering
If there was something he had to hide

So after he left I had to find out
I was not afraid of getting lost
So I followed the crowds
To a hill where I knew men had been killed
And I heard a voice come from the cross

And it said, "Father, why are they screaming?
Why are the faces of some of them beaming?
Why are they casting their lots for My robe?
This crown of thorns hurts Me more than it shows

Father, please can't You do something?
I know that You must hear My cry
I thought I could handle the cross of this size
Father, remind Me why
Why does everyone want Me to die?
When will I understand why?"



"My precious Son, I hear them screaming
I'm watching the face of the enemy beaming
But soon I will clothe You in robes of My own
Jesus, this hurts Me much more than You know

But this dark hour I must do nothing
Though I've heard Your unbearable cry
The power in Your blood destroys all of the lies
Soon You'll see past their unmerciful eyes
Look there below, see the child
Trembling by her father's side
Now I can tell You why
She is why You must die
"




Siapakah yang menyebabkan Yesus mati?

Bukan Pilatus, bukan Yudas Iskariot, bukan orang Yahudi, tapi... yah, kita sudah cukup pintar untuk menjawabnya.

Apakah kita tega menyalibkanNya untuk kedua kalinya dengan dosa-dosa kita lagi?



Enak ya, nggak usah repot-repot ngapa-ngapain, cukup percaya aja, dosa-dosa kita udah ditebus oleh Tuhan kita sendiri dengan kematianNya???

Tapi setidaknya tahu diri dikit lah...!






.

Minggu, 05 April 2009

Perang Dingin: Amerika Serikat vs Uni Soviet

Setelah lama nggak ngepost sebuah tulisan orisinil dari pemikiran gw, akhirnya gw persembahkan sebuah tulisan mengenai 'sejarah' dunia. Tentang dua negara superpower, Amerika Serikat dan Uni Soviet, yang selama 40 tahun lebih bertempur memperebutkan supremasi atas planet ini. Dan tentang negara kita tercinta, Indonesia. Tentang dunia ini.


Mari kita mulai.

Pada awalnya Amerika Serikat dan Uni Soviet bukanlah negara superpower. Mereka hanyalah negara biasa yang baru berkembang sedari terbentuk. Amerika Serikat memerdekakan diri dari jajahan Inggris dan kemudian berkembang sebagai sebuah negara yang mengandalkan industri, bisnis, dan ekonomi; namun menerapkan politik isolasi alias menutup diri dari luar. Sementara Uni Soviet dikuasai kaum komunis Bolshevik yang baru merebut pemerintahan dari keluarga Tsar Rusia, dan kaum Bolshevik yang belum pernah berkuasa itu lantas terfokus untuk menikmati kekuasaan yang sekarang mereka raih setelah sebelumnya tak berdaya di bawah pemerintahan Tsar.

Begitulah kedua negara ini tak pernah benar-benar berinteraksi satu sama lain, apalagi punya pikiran saling membenci, sampai ketika zaman modern datang.

Kedua negara ini bersama-sama memasuki zaman modern menghadapi musuh baru, musuh seluruh dunia: Nazi Jerman dan kelompok Axisnya. Adanya musuh bersama ini membuat keduanya 'terpaksa' bersatu, atau bisa-bisa keduanya tidak dapat melewati zaman modern ini (dengan kata lain hancur total oleh Nazi Jerman). Memang keduanya bertempur di front yang berbeda (Amerika di front barat dan Pasifik, Soviet di front timur) dan punya motivasi yang bebeda pula, namun musuh yang satu ini tidak dapat dikalahkan sendirian. Amerika Serikat dan Uni Soviet, bersama seluruh negara dunia, bahu-membahu mengalahkan Nazi Jerman dan antek-anteknya, dan akhirnya pada musim panas 1945 setelah hampir 5 tahun berperang bersama, tentara Amerika Serikat dan Uni Soviet memenangkan perang.

Sekarang kita beralih ke negara kita tercinta, Indonesia. Di manakah dia saat Amerika Serikat dan Uni Soviet bertempur melawan Nazi Jerman dan antek-anteknya?

Ternyata Indonesia pun tak beda dari negara-negara lain di dunia: ia menderita di bawah antek-antek Nazi Jerman, dan ikut pula angkat senjata menentangnya. Mungkin motifnya tidak se'wah' dan se'visioner' Amerika Serikat dan Uni Soviet yang menganggap perang ini sebagai Perang Dunia II, dan dengan demikian setiap tindakan mereka dalam perang ini ditujukan berdasarkan visi untuk posisi mereka ke depannya di peta politik dunia setelah perang usai.

Tidak. Motivasi Indonesia dalam perang ini hanyalah sebatas merdeka, seperti wajarnya sebuah negara, yang harusnya merdeka. Hanya itu. Sama seperti negara-negara lain di seluruh dunia yang juga ingin merdeka: Austria, Ceko, Ukraina, Serbia, Albania, Filipina, India, Mesir, Irak...

Singkat cerita, perang pun usai; Nazi Jerman kalah, Indonesia merdeka, dan runtuhlah persekutuan yang dibangun Amerika Serikat dan Uni Soviet. Memang mereka memiliki kesamaan: negara dengan latar belakang kebudayaan Barat-Kristen, ras Kaukasoid, secara ekonomi termasuk negara industri maju, secara ilmu pengetahuan merupakan gudangnya ilmuwan di dunia... tapi karena ideologi yang berbeda, mereka tidak dapat disatukan dan tanpa terelakkan lagi terjadilah perseteruan. Dan dimulailah masa-masa yang dinamakan Perang Dingin.

Sekarang mari kita tinjau arti frase Perang Dingin. Perang, artinya kedua belah pihak bermusuhan. Dingin, karena tidak menyatakannya secara terus terang. Kalau dikonfirmasi, apakah kalian sedang perang? Tentu pihak-pihak terkait akan menjawab: tidak.

Masa Perang Dingin adalah masa mencari aliansi. Kedua belah pihak mulai mencari negara-negara lain untuk dijadikan sekutu atau bawahan. Mulailah Amerika Serikat dengan NATOnya, pakta pertahanan negara-negara Eropa Barat dan Amerika Utara. Uni Soviet pun membentuk Pakta Warsawa dengan anggotanya negara-negara Eropa Timur.

Pada mulanya, Amerika Serikat berhasil membentuk jaringan luas. Sekutu-sekutunya ada mulai dari seluruh Eropa Barat, Kanada, negara-negara Amerika Latin, Afrika, Israel di Timur Tengah, Jepang di Asia, Australia, dan lain-lain. Sementara Uni Soviet hanya bisa menjaring negara-negara tetangga yang dekat dengan dia di Eropa Timur. Pengecualian untuk beberapa negara macam Kuba di Karibia dan Kongo di Afrika, tapi itu pun baru menjadi sekutu setelah Perang Dingin lama berlangsung.

Amerika Serikat pun lebih menarik bagi negara-negara netral karena sifatnya yang lebih liberal, bebas, dan terbuka. Sementara Uni Soviet lebih eksklusif dengan paham komunismenya, dan lebih subjektif.

Sementara Indonesia dengan gagah beraninya memproklamirkan lewat kata-kata Bung Hatta: mendayung di antara dua karang. Diterjemahkan oleh Bang Alex dengan POLITIK BEBAS AKTIF. Bebas bergaul dengan Blok Barat (Amerika Serikat cs) dan Blok Timur (Uni Soviet cs); namun aktif dalam artian tidak disetir oleh keduanya dalam mengambil keputusan, malahan seharusnya mengambil inisiatif dalam memperjuangkan kepentingannya agar nggak diinjak-injak kedua kubu.

Namun dalam kenyataannya, rakyat Indonesia lebih enak bergaul dengan Blok Barat karena bebas dan secara budaya lebih terbuka, jadi enak diajak bergaul. Apalagi paham komunisme Blok Timur tergolong aneh bagi rakyat Indonesia yang Pancasilais. Demikianlah Indonesia berusaha untuk bebas aktif, namun kesehariannya lebih banyak berinteraksi dengan Barat. Contoh nyatanya: ekspor-impor sebagian besar dengan Blok Barat, menerapkan sistem ekonomi pasar seperti Blok Barat, rakyatnya lebih gemar budaya populer Blok Barat, dan militernya pun disuplai Blok Barat. Jadilah Indonesia negara yang ngomongnya saja nonblok, tapi pada kenyataannya menjadi anggota tak resmi Blok Barat.

Waktu pun berlalu...

Uni Soviet dan Blok Timurnya tak dapat bertahan lama menghadapi perkembangan zaman. Mereka pun akhirnya sadar bahwa paham komunisme tidak bisa lagi mereka pegang lebih lama, dan mulai mengadopsi cara-cara Blok Barat: membuka diri terhadap dunia luar dan mengikuti sistemnya Blok Barat: liberalisme en kapitalisme en tentunya budaya populer.

Nah, yang terjadi pada Amerika Serikat justru sebaliknya. Makin lama dia makin arogan dan kelihatan tidak memikirkan kepentingan dunia, tapi malah mengutamakan kepentingan diri sendiri. Pamer bala tentara dan sekutu di mana-mana, bertindak seolah-olah merekalah balatentara penguasa dunia, membuat negara-negara netral menjadi malas mendukung Amerika Serikat. Apalagi perilakunya yang tidak bersahabat membuat musuh-musuh bermunculan di mana-mana. Negara-negara Islam mengecam invasi Irak dan Afghanistan. Di Amerika Latin, Venezuela dipimpin Hugo Chavez menantang dan mempertanyakan arogansi Amerika. Iran dan Mahmoud Ahmadinejad menjadi contoh bagus sebuah negara yang berani berdiri sendiri tanpa tergantung Amerika Serikat. India, sekutu dekat Amerika, mulai menunjukkan perkembangan pesat ke arah kemandirian. RRC bahkan berkembang menjadi superpower baru yang siap menantang.

Amerika Serikat bahkan melakukan salah satu hal yang membuat Uni Soviet tidak disukai dulu: pembatasan hak berkomunikasi, dan eksklusivitas. PATRIOT ACT yang mengekang kebebasan sipil diterapkan di Amerika. Eksklusivitas Amerika ditegaskan lagi oleh statement George W. Bush yang tidak menghargai keberagaman dan perbedaan: "Either you're with us, or against us". Intinya, sekarang Amerika Serikat dan sekutu-sekutunyalah yang jadi eksklusif dan arogan!

Melihat hal ini, sekutu-sekutu lama Amerika Serikat mulai menjauhkan diri. Mereka mulai bisa berkomunikasi dengan Rusia, suksesor Uni Soviet, yang sekarang mulai terbuka dan tidak lagi membatasi pergaulan dengan sesama penganut komunisme. Perancis dan Jerman, anggota NATO, beraliansi dengan Rusia menentang Amerika dalam kasus invasi Irak. Hugo Chavez dan Rusia mulai bekerjasama. Ahmadinejad bahkan memperoleh bantuan Rusia untuk pengembangan teknologi nuklirnya; sesuatu yang pasti bikin gerah Amerika. Venezuela dan Iran jelas meminta bantuan Rusia karena Amerika Serikat sekarang sudah lagi tak nyaman diajak bergaul. Hanya negara-negara miskinlah yang tidak berani angkat suara karena masih mengharap bantuan ekonomi Amerika Serikat.

Salah satu keunggulan Amerika Serikat adalah pada kebebasan persnya, yang membuatnya menjadi media propaganda yang tangguh. Selama bertahun-tahun tersebar informasi ke seluruh dunia bahwa Blok Timur adalah tempatnya diktator-diktator komunis yang kejam, di mana kebebasan dibelenggu, bla bla bla semua yang jelek-jelek. Apakah itu benar? Entahlah. Yang pasti Uni Soviet nggak pernah melempar balik tentang kejelekan Blok Barat kepada dunia netral. Namun sejak Rusia mulai membuka diri dan arogansi Amerika naik, propaganda ini mulai kehilangan artinya sebab orang sudah mulai tidak percaya dan berani mempertanyakan Amerika yang arogan.

Indonesia? 'Anggota tak resmi' Blok Barat ini mendapatkan embargo senjata dari Blok Barat karena kasus Timor Timur. Tak tahan dengan sikap Blok Barat yang sok kepo, preman, dan seakan menggerecoki urusan internal negeri orang, negara kita tercinta pun beralih pada Rusia, yang sekarang sudah tidak lagi disebut sebagai Blok Timur. Tak hanya itu, Indonesia pun bergaul dengan negara-negara mantan Blok Timur lainnya, ataupun negara-negara netral. Cina adalah salah satu negara dengan siapa kita paling sering berinteraksi sekarang. Volume ekspor-impor kita dengan Jepang masih tinggi. Dengan sekutu-sekutu Amerika ataupun Amerika Serikat sendiri, kita masih sering bergaul untuk urusan-urusan yang kita rasa perlu.

Negara kita benar-benar menerapkan politik bebas aktif; bergaul dengan siapa saja tergantung kepentingannya, dan diam-diam menyimpan visi untuk menjadi pemain besar dunia. Terlepas dari kekurangan-kekurangan internal seperti masih buruknya mental rakyatnya, Indonesia sedang membangun dan bersiap untuk masa depan.

Ada statement: jadi setelah sekarang Indonesia memusuhi Blok Barat, kita menjadi anggota Blok Timur di bawah Rusia?

Ini sebuah statement yang 100% salah total. Pertama, Indonesia tidak pernah memusuhi negara-negara Blok Barat, bahkan masih berinteraksi dengan baik; bisa dilihat dalam budaya, ekonomi, dan ilmu pengetahuan. Kedua, Blok Timur sudah tidak ada lagi; dikotomi Blok Barat-Timur hanyalah sisa masa lalu sekarang. Ketiga, Indonesia bukan anak buah Rusia, karena yang ada sekarang bukanlah Blok Amerika vs Blok Rusia, tapi Blok Amerika vs sisa dunia: negara-negara lain yang tak mau lagi terjebak blok-blokan. Sisa dunia ini berinteraksi satu sama lain layaknya negara sederajat, bukan atas dasar aliansi atau dasar bos-anakbuah.

Itulah keadaannya sekarang...

Ke depannya, Indonesia akan berusaha untuk tidak tergantung kepada negara apapun. Indonesia akan berinteraksi dengan negara manapun tanpa syarat. Tidak ada lagi "boleh beli senjata asal jauhi negara X". No way saudara, basi. Globalisasi sudah menyebar sekarang. Udah nggak jaman main blok-blokan. Tidak ada lagi "dapat pinjaman lunak asal Presidennya si XYZ". Cuih. Presidennya siapa, itu urusan dalam negeri. Lagian, siapa butuh pinjaman klo udah mapan?

Indonesia akan berusaha untuk jadi negara superpower juga, tanpa kekerasan, betul-betul bermodalkan kemampuan. Indonesia tidak akan punya anak buah; semua negara akan diperlakukan setara. Indonesia tidak akan punya musuh; Indonesia akan berinteraksi dengan semua negara sesuai kepentingan. Indonesia akan punya banyak sekutu, yang tidak eksklusif, yang bergerak untuk kepentingan dunia dan bukan untuk kepentingan golongan.

Ada amin saudara? Amin!

Untuk Tuhan, bangsa, dan almamater - merdeka!


.

Rabu, 01 April 2009

Buah-Buah Roh

“Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.” (Mat. 7:20)

Bulan ini kita akan melanjutkan mengenal buah-buah roh lebih dalam. Masih ingat kan apa saja buah-buah roh itu? Buah-buah roh itu adalah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri (Galatia 5:22-23).

Ayat di atas menyebutkan bahwa orang dikenal dari buah yang dihasilkannya. Kita sebagai orang percaya, dikenal dan dibedakan dari orang-orang dari buah yang kita hasilkan di dalam Tuhan. Buah-buah roh tersebut adalah karya Roh Kudus dalam diri kita masing-masing.

Dalam khotbahNya mengenai pengajar-pengajar sesat (Matius 7:15-23), Yesus memaparkan bahwa anak-anak Terang dapat dibedakan dari penyesat-penyesat melalui buah yang dihasilkannya. Apabila anak-anak Terang menghasilkan buah-buah roh, maka anak-anak dunia ini menghasilkan perbuatan-perbuatan daging: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora, dan sebagainya (Galatia 5:19-21).

Bagaimana dengan kita, manusia-manusia yang menjadi saksi Kristus di TK ITB ini? Buah-buah apa sajakah yang sudah kita hasilkan?

Sudahkah kita memancarkan kebaikan yang dari Tuhan untuk dibagikan kepada teman-teman kita? Ataukah malah teman-teman kita melihat kita sebagai biang perselisihan dan pemecah belah?

Sudahkah kita tetap setia mengikut dan melayani Tuhan dalam segala keterbatasan kita, dan setia menjalani tiap-tiap perkara-perkara besar dan kecil dalam kehidupan kita? Ataukah kita masih mementingkan diri sendiri, jatuh dalam percabulan dan kecemaran, sehingga menomorduakan Tuhan?

Sudahkah kita menjadi orang yang menyikapi masalah dengan lemah lembut dan sabar hati? Ataukah keseharian kita masih penuh dengan amarah dan perseteruan kepada tiap pihak yang bermasalah dengan kita?

Sudahkah kita senantiasa mengendalikan hawa nafsu dan emosi kita dalam keseharian kita? Ataukah kita masih seringkali terlepas dan membiarkan kedengkian dan iri hati kita tak terkontrol kepada teman-teman kita?

“Seberapa jauh kita sebagai pengikut Kristus berhasil dikenal di lingkungan kita sebagai anak Terang, dilihat dari buah-buah yang kita hasilkan? Ataukah orang yang memetik buah-buah yang kita hasilkan justru mengidentifikasi kita sebagai penyesat???”

“Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.” (Filipi 1:22)


Pacem in terris!



.

Senin, 30 Maret 2009

Dasrek dan Penerapannya dalam Keseharian

Ini adalah ringkasan buku karangan Cussler dan Mogridge yang saya buat di tengah kebutekan belajar buat ujian tadi. Nggak sampe beres sih, cuma sampe akhir bab 5. Harap tidak dianggap terlalu serius. Hihihihihi…

Sejak belasan tahun terakhir ini, dasar-dasar ilmu keteknikkimiaan sebenarnya tidak mengalami perubahan yang berarti. Seorang insinyur kimia tidak perlu lagi mengutak-utik dasar-dasar tersebut. Tuntutan kerja dari seorang insinyur kimia dan fokus industri kimia saat ini terfokus pada perancangan produk, bukan lagi perancangan proses. Yang seharusnya menjadi penting bagi insinyur-insinyur kimia masa kini untuk dikembangkan dan diimprovisasi dalam karier kita adalah bagaimana produk-produk kimia dirancang. Kepandaian untuk merancang produk saat ini adalah salah satu hal penting yang menjadi indikator kualitas seorang insinyur kimia.

Untuk merancang produk, ada empat langkah yang menjadi prosedur baku: 1. Kebutuhan, 2. Ide, 3. Pemilihan, 4. Pembuatan. Keempat langkah tersebut membutuhkan usaha-usaha terintegrasi dari bidang-bidang ilmu riset, engineering, dan marketing.

Tahap pertama adalah mendefinisikan kebutuhan konsumen dengan menentukan jawaban dari pertanyaan: Kebutuhan apa yang seharusnya dipenuhi oleh produk? Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi kebutuhan konsumen, yang dapat diperoleh melalui 3 tahap: wawancara, interpretasi hasil wawancara, dan menerjemahkannya menjadi spesifikasi produk. Agar proses identifikasi tepat sasaran, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sebaiknya terarah untuk mengetahui spesifikasi produk seperti apa yang diinginkan. Secara umum ada 5 pertanyaan: apa yang dilakukan sekarang, bagaimana penggunaan produk, bagaimana membeli produk, keuntungan, dan kerugian yang didapat dari penggunaan produk.

Secara khusus, produk-produk untuk konsumen memiliki karakteristik kualitatif seperti ‘kehalusan’, ‘kemanisan’, ‘kehangatan’, dll. Untuk mengadakan perbaikan, parameter-parameter kebutuhan ini diubah menjadi spesifikasi produk yang dapat diukur secara scientific, misalnya kemanisan dikaitkan dengan konsentrasi gula. Tiga hal yang perlu diperhatikan dalam konversi kebutuhan menjadi spesifikasi adalah semua persamaan reaksi kimia yang terjadi (stoikiometri), neraca massa dan energi proses, serta nilai laju reaksi.

Tahap kedua adalah pencarian ide tentang produk-produk seperti apakah yang memenuhi kebutuhan. Sumber ide dapat didapat dari tim pengembangan produk, konsumen, literatur, maupun sumber-sumber lain (ahli, penemu, konsultan). Pengumpulan ide dapat dicapai antara lain dengan brainstorming. Sumber ide secara kimiawi dapat diperoleh dari screening sumber daya alam, penyusunan molekul secara acak, dan kimia kombinasi. Ide-ide yang didapat kemudian diseleksi sesuai kebutuhan. Screening ide-ide dapat dilakukan dengan merujuk pada beberapa faktor: kedewasaan ilmiah, kemudahan secara engineering, resiko minimum, biaya rendah, keamanan, beban lingkungan yang ringan, dan lain-lain.

Tahap ketiga adalah seleksi ide-ide yang ada untuk mendapatkan pilihan yang terbaik. Dalam ilmu teknik kimia secara garis besar ada dua cara melakukan seleksi, yaitu secara termodinamik dan kinetik. Seleksi secara termodinamik dilakukan untuk mengetahui kemungkinan bisa tidaknya suatu alternatif dijalankan, dan antara lain berujung pada modifikasi seperti penggantian bahan dengan sifat termodinamik yang lebih diinginkan (lebih sulit menguap, lebih tidak beracun) serta peningkatan unjuk kerja (temperatur, pH). Seleksi secara kinetik dilakukan untuk menghitung berapa cepat dan berapa mahal suatu alternatif dilakukan, dan melingkupi laju reaksi, perpindahan panas, serta perpindahan massa.

Cara lain untuk melakukan seleksi adalah dengan memperhitungkan kriteria-kriteria yang subjektif dan kualitatif (kurang scientific), namun cara ini harus dilakukan dengan hati-hati, antara lain dengan mengkuantifikasi ulang kriteria-kriteria tersebut, menghindari pengulangan kriteria yang sejenis, dan memasukkan semua kriteria secara menyeluruh dan menetapkan proporsi kepentingannya masing-masing.

Dalam seleksi, kita harus mempertimbangkan resiko suatu pilihan yang akan diambil berdasarkan seberapa serius suatu resiko dan seberapa banyak resiko tersebut mempengaruhi produk. Ketika pilihan telah dijatuhkan dengan segala resiko yang telah diketahui, kita dapat mengurangi resikonya sebelum melangkah lebih jauh atau menerima resikonya dan langsung lanjut. Tahap seleksi ini seringkali merupakan tahap paling susah untuk seorang insinyur karena manajemen tidak terlibat aktif seperti pada dua tahap sebelumnya, namun menuntut hasil optimal dan penjelasan yang menyeluruh tentang mengapa suatu pilihan diambil.

Tahap keempat dan terakhir adalah proses manufaktur atau pembuatan produk. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan: properti intelektual, informasi-informasi pelengkap, dan pengembangan spesifikasi akhir. Properti intelektual (paten dan rahasia dagang) perlu diperhatikan agar produk yang kita desain tidak ditiru ataupun tidak meniru orang lain. Informasi-informasi pelengkap dapat diperoleh dengan riset dan eksperimen lanjutan. Spesifikasi akhir ditentukan berdasarkan review dari langkah-langkah sebelumnya, dan modifikasi yang dilakukan hanya sedikit, tidak memerlukan banyak inovasi seperti pada tiga tahap sebelumnya.

Ada tiga langkah melakukan spesifikasi akhir, yaitu mendefinisikan struktur produk, menyusun sifat-sifat terpenting dari produk, dan meninjau ulang hal-hal yang dapat menyebabkan perubahan besar pada sifat-sifat produk. Struktur produk ditentukan oleh komposisi kimiawi, bentuk fisik, reaksi kimia yang mungkin terjadi, dan status termodinamik produk. Sifat-sifat produk secara mendasar dapat dibagi tiga, yaitu sifat fisik, perubahan kesetimbangan, dan laju proses (reaksi, transfer massa dan energi). Hal-hal yang dapat mengubah sifat-sifat produk antara lain pelarut, perubahan temperatur, reaksi kimia (perubahan pH, hidrolisis) dan lain-lain.
Produk kimia secara garis besar terbagi atas tiga jenis: produk microstructured, alat untuk perubahan kimia, dan komoditas kimia khusus (specialty chemicals). Perancangan produk microstructured bergantung pada sifat fisik dan kimia fisik bahan, perancangan alat kimia bergantung pada desain bentuk alat yang diinginkan, sementara perancangan specialty chemicals bergantung pada sifat kimia bahan.


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Nah… Kuliah itu gunanya buat diterapkan di kehidupan kan… Sudahkah kita (atau dalam hal ini gw) dalam proses mendapatkan setiap ‘produk’ yang diinginkan, melakukan pencatatan ‘need’, pemunculan ‘idea’, ‘seleksi’, dan ‘manufaktur’ sesuai kata Om Cussler dan Mbah Mogridge? Diharapkan untuk setiap 'produk' lain yang kita butuhkan, mulai saat ini, kita memakai pedoman-pedoman tersebut... HAHAHAHAHAHA... *ketawa gila*

Pak Handi... kenapa nggak bikin ujian Senin lalu aja sih...


Untuk Tuhan, bangsa, dan almamater - merdeka!



.

Selasa, 24 Maret 2009

Memotong Jagung di Labtek Kita

Ini cerita tentang labtek tadi siang...

Ayo kawan kita bekerja
Memotong jagung di labtek kita
Ambil kapakmu, ambil golokmu
Kita bekerja tak jemu-jemu

Potong, potong, potong yang pendek
Jagung yang pendek langsung kupotong

Potong-potong supaya pendek
Jangan lebih dari tiga senti
Jagungnya kecil, gampang dibakar
Tentu berguna bagi semua

Potong, potong, aku gembira
Memotong jagung di labtek kita



Ajegile... e... e...



.

Senin, 23 Maret 2009

Mentari

Sedang terinspirasi beberapa hal...........

Mentari - Iwan Abdurrachman

Mentari menyala di sini
Di sini, di dalam hatiku
Gemuruh apinya di sini
Di sini, di urat darahku

Meskipun tembok yang tinggi mengurungku
Berlapis pagar duri sekitarku
Tak satu pun yang sanggup menghalangimu
Bernyala di dalam hatiku

Hari ini hari milikku
Juga esok masih terbentang
Dan mentari kan tetap bernyala
Di sini, di urat darahku



Jangan biarkan tembok-tembok tinggi dan pagar-pagar berlapis duri di jurusan TK ini menghalangi sang mentari bernyala dalam hati kita, kawan.

Ha ha ha. (duh, padahal besok labtek, malah ngeblog)


Untuk Tuhan, bangsa, dan almamater
Merdeka!


.

Rabu, 25 Februari 2009

Some 'Wise' Words

Bongkar-bongkar catatan jaman TPB, nemu kata-kata yang gw karang sendiri... Cukup mengingatkan seperti apa sih masa TPB gw, dan sedihnya, kata-kata tersebut masih relevan sampai sekarang...

1. True friends is something everyone want to get but not everyone can get… ya, semua emang butuh temen baek, tapi cuma sedikit yang beruntung dapetinnya. Yg ngerasa dapet temen baek, coba pikir sekarang… apa lu udah jadi temen baek buat temen lu itu…? Yg ga ngerasa punya temen baek, ga apa2, banyak org2 seperti lu2…

2. To decide is to seal the fate… hati2 dalam memilih pada hal2 kecil sekalipun, karena seringkali takdir lu ditentukan oleh hal2 yang kecil… hati2, pilihan adalah harga mati yang tak dapat diubah seperti engkau tak dapat memutar waktu…

3. Any decision you made is for you to do it, not to regret it… bertanggung jawab atas pilihan yang kau buat. Pikir baik2 sebelum memilih. Kalau sudah memilih, jangan pernah menyesal. Pilihan bukan untuk disesali, tapi untuk dijalani.

4. I’m unhappy with my life but i’m happy with my unhappiness… and that makes me happy with my life… hidup manusia ga ada yang bener2 baek, sempurna, ga ada cacat… tapi itulah yg bikin hidup kita berwarna! Bahagialah dengan apa yang kau miliki, banggalah dengan masalahmu, tetapi bukan berarti kau bisa membiarkannya. Hidup menjadi berarti bukan karena masalah, tetapi hidup menjadi berarti kalau kita memiliki masalah dan bisa mengatasinya.

5. Ever onward, never backward… maju terus pantang mundur coy! Kalo udah dapat masalah, jangan takut buat maju. Setengah2 bakal bikin hidup lo ancur. Klo udah kena masalah lo ga bisa mundur, cuma 2 hal yang bisa lo perbuat: 1. menyerah total & ancur dlm masalah; 2. hadapi dengan sekuat tenaga. Klo gw sih lebih milih yg kedua.

6. The things someone get is the best for him… the best for him is not always be the best for others… but everyone receive the best for them… kalo ada temen lo yg sombong dengan hidupnya, jgn marah, biarin aja… emang itu yg terbaik buat dia. Tapi jgn iri juga, karena itu belom tentu yg terbaik buat lo. Yg terbaik buat lo adalah keadaan lo sekarang. Hidup lo bukan masa lalu dan bukan masa depan. Hidup lo adalah masa kini. Jangan pernah sombong, dan jangan pernah ngerendahin apa yg orang laen dapat di hidupnya, karena semua orang dapat yang terbaik buat mereka masing2.


Untuk Tuhan, bangsa, dan almamater
Merdeka!



.

Senin, 23 Februari 2009

Pride

Gw bangga jadi warga negara Indonesia; negara kepulauan terbesar di dunia, terkenal akan sumber daya alamnya yang melimpah, keanekaragaman budaya, hayati, dan geografi yang termasuk paling tinggi di dunia, dan dasar negaranya yang merupakan ideologi paling ideal di dunia.

Gw bangga dilahirkan di Bogor; sebuah kota yang dekat dengan ibukota namun tidak sebising dan sekotor ibukota, memiliki Kebun Raya yang terlengkap di dunia, dan terkenal dengan hujan campur geledeknya yang aduhai.

Gw bangga pernah bersekolah di Regina Pacis; sekolahan terbaik di kotanya, dengan sejarah yang besar, di mana siswa-siswanya dididik dalam mental disiplin dan kerja keras.

Gw bangga dengan almamater gw, Institut Teknologi Bandung; universitas terbaik di Indonesia, tempat putra-putri terbaik bangsa dihasilkan, tempat putra-putri terbaik bangsa berinteraksi satu sama lain dalam menuntut ilmu dan membina kepribadian yang baik, universitas di mana pola gerakan mahasiswanya tidak semata anarki dan demonstrasi namun lebih kepada solusi.

Gw bangga berada di jurusan Teknik Kimia; salah satu jurusan dengan passing grade dan rata-rata nilai terbaik di kampusnya dan di Indonesia, di mana anak-anaknya bukan saja memiliki prestasi dan orientasi akademis yang tinggi namun juga memiliki mental kerja dan standar keberhasilan yang tinggi.

Gw bangga dengan jalur pilihan gw, Teknologi Bioproses; di mana gw mempelajari bahwa biokatalis melaksanakan reaksi jauh lebih cepat dan lebih spesifik dibanding katalis konvensional, serta industrinya menghasilkan produk dengan kuantitas sedikit namun bernilai tinggi, seperti layaknya mahasiswa-mahasiswanya (;P).

Gw bangga dengan tim bola yang gw dukung sejak umur 9 tahun, A.C. Milan; klub terbaik dunia dengan 18 gelar internasional yang belum ada yang menandingi, dalam sejarahnya memiliki 8 orang peraih Balon d'Or, stadion terbesar di Italia, jiwa kekeluargaannya yang tinggi, ditambah lagi sekarang dalam skuadnya memiliki seorang pemegang rekor caps timnas Italia dan seorang pemain terbaik dunia.

Gw bangga dengan para leluhur gw; manusia-manusia yang telah menempuh perjalanan keras dari tanah airnya ke tanah baru yang tak mereka kenal, kemudian dapat tinggal dan bertahan hidup di tanah baru itu, bahkan memberikan banyak kontribusi terhadap kemajuannya.

Gw bangga dengan keluarga gw; almarhum bokap yang selalu bisa ngasih solusi buat masalah apapun yang gw hadapi, nyokap yang menurut gw nggak ada hal yang nggak bisa dia lakukan, adik lelaki gw yang selalu mengikuti Tuhan dengan sungguh-sungguh, adik perempuan gw yang selalu berpikir dan bertindak lebih dewasa dari teman-teman seusianya, dan gw nggak bakal pernah menukar mereka dengan siapapun.

Gw bangga punya Tuhan seperti DIA; yang rela mati demi dosa-dosa gw dan kalian, yang memberikan keselamatan selama kita mau percaya padaNya, kasihNya yang tak terbatas, kedekatanNya dengan hidup gw, dan semua sifatNya yang nggak bakal muat dituliskan di sini.


Semua uraian di atas bukanlah SEBAB kenapa gw bangga sama hal-hal yang gw sebutkan.

Tetapi justru sebaliknya...

Kebanggaan gw terhadap hal-hal tersebut adalah SEBAB kenapa gw menuliskan semua uraian di atas.

Tentang kenapa gw bisa bangga sama hal-hal tersebut, jawabannya karena mereka adalah identitas gw.

Jika bukan gw yang bangga, lalu siapa lagi?





.

Selasa, 10 Februari 2009

A Beautiful Mind

Dari warta PDTK bulan Februari.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Adakah yang pernah merasa bahwa hal-hal di sekitar kita tidak memuaskan bagi kita? Dan hal itu membuat hidup kita tidak menyenangkan dan tidak berkembang?

Ada sebuah cara yang sangat mudah untuk mengatasinya.

Firman Tuhan mengatakan "Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus." (Filipi 2:5). Ayat ini mengajak kita untuk senantiasa memiliki pola pikir, cara pandang yang sama seperti Tuhan kita. Nah, seperti Dia memandang segala ciptaanNya baik adanya (Kejadian 1:31), kita pun harus memandang segala sesuatunya baik adanya, secara segala sesuatunya adalah ciptaan Tuhan.

Jika kita memandang seseorang/sesuatu dengan buruk, maka untuk seterusnya persepsi kita terhadap hal tersebut akan sulit diubah. Hal sebaliknya juga berlaku. Jika kita memandang sesuatu hal dengan baik, maka kita untuk seterusnya akan memandang hal tersebut dengan baik.

Jika kita menemui seseorang/sesuatu hal atau peristiwa yang buruk, kita harus ingat bahwa segala ciptaan Tuhan itu baik adanya. Akan lebih menguntungkan jika kita memandang segala sesuatunya dengan baik. Kita akan lebih nyaman berhubungan dengan hal tersebut, dan pastinya kita akan mengalami sukacita. Intinya, think positive.

Terkadang juga, kita merasa bahwa kita telah menyerahkan hidup kita kepada Tuhan, namun kita merasa bahwa yang terjadi masih saja hal-hal yang jelek. Apa yang harus kita lakukan? Pegang janji Tuhan bahwa rancanganNya adalah yang terbaik bagi kita (Yeremia 29:11) dan rancangan kita tidak selalu sama dengan rancanganNya (Yesaya 55:8) yang jelas lebih baik.

Kalau kita sempat berpikir, apakah benar Tuhan telah memberikan penyertaan? Kok sepertinya yang terjadi masih jelek-jelek aja? Tetaplah percaya dengan segenap hati, Tuhan lebih tahu apa yang terbaik, jangan bersandar pada pengertian kita sendiri (Amsal 3:5).

Jika kita tetap percaya, niscaya kepercayaan kita akan membuahkan hasil. Banyak contoh dalam Alkitab yang menggambarkannya. Maria tanpa ragu percaya bahwa dia akan mengandung Juruselamat, dan langsung berserah (Lukas 1:38), padahal sepertinya mustahil dia bisa mengandung tanpa bersuami. Nuh membuat bahtera meskipun dikatai orang-orang sudah gila (Kejadian 6:22), dan dia serta keluarganya diselamatkan. Dan masih banyak lagi.

Maka itu, dalam setiap aspek kehidupan, serahkanlah semua kepada Tuhan. Sebab sesungguhnya seluruh hidup kita adalah milik Tuhan tanpa terkecuali (Mazmur 139, Roma 14:8). Cara pandang kita terhadap hal-hal 'duniawi' harus diubah.

Bukan cuma di kegiatan rohani saja kita milik Tuhan. Bukan cuma di gereja, di PDTK, di PMK/KMK kita harus bertindak berdasar firman Tuhan. Bukan cuma kalau rapat PDTK kita harus berdoa mohon Tuhan membimbing kita dalam apa yang kita lakukan. Untuk hal-hal sederhana pun, Tuhan harus menjadi motivasi kita (Roma 14:6).

Selama ini, apakah kita masih mendasarkan kegiatan-kegiatan keseharian kita pada hal selain Tuhan? Kalau iya, cobalah pola pikir yang baru ini. Kalau kita belajar, bukan untuk mendapat nilai bagus saja, bukan supaya mengerti saja; namun agar dengan pembelajaran tersebut nama Tuhan dipermuliakan. Kalau kita beraktivitas di organisasi kampus seperti unit dan himpunan, mintalah bimbingan Tuhan agar tindakan-tindakan yang kita ambil dapat memuliakan nama Tuhan di kampus kita.

Jadi jangan mengira ada kegiatan yang tidak butuh campur tangan Tuhan, karena Tuhanlah yang empunya kita dan kehidupan kita. Jika motivasi kita adalah untuk kemuliaan Tuhan, maka niscaya Dia akan turun menyertai kita (Amsal 3:5).

"With a beautiful mind, comes a beautiful life."
-Alfonso R., TK'06-




.

Untuk Mencintai

Lagi mati kata dan abis waktu buat ngeblog... Tapi pengen tetep nulis peristiwa-peristiwa penting sehari-hari. Gimana donk?

Musik, bahasa universal, bisa jadi solusi. Daripada pusing ngetik, mohon maaf buat teman-teman klo jadinya sering baca postingan saya yang bertemakan 'Song of the Month/Week/Day/Hour'...

Untuk saat ini... lagu yang didedikasikan pada para sohib gw, khususnya pada teman terdekat gw, Denmas Aria Kendor.


Seventeen - Untuk Mencintai

Apa yang harus aku lakukan
untuk membuat kau mencintaiku
Segala upaya t'lah kulakukan untukmu

Apa yang harus aku temukan
untuk membuat kau menyayangiku
Inilah aku yang memilih kau untukku

Reff:
Kar'na aku mencintaimu
dan hatiku hanya untukmu
Tak akan menyerah, dan takkan berhenti
mencintaimu


Ku berjuang dalam hidupku
untuk selalu memilikimu
Seumur hidupku, setulus hatiku
hanya untukmu






.

Sabtu, 31 Januari 2009

51

Simple Plan - Perfect

Hey, dad, look at me
Think back and talk to me
Did I grow up according to plan?
And do you think I'm wasting my time
Doing things I wanna do?
But it hurts when you disapprove all along

And now I try hard to make it
I just wanna make you proud
I'm never gonna be good enough for you
Can't pretend that I'm all right

And you can't change me

'Cause we lost it all
Nothing lasts forever
I'm sorry I can't be perfect
Now it's just too late and we can't go back
I'm sorry I can't be perfect


I try not to think
About the pain I feel inside
Did you know you used to be my hero?
All the days you spent with me
Now seem so far away
And it feels like you don't care anymore

And now I try hard to make it
I just wanna make you proud
I'm never gonna be good enough for you
I can't stand another fight
And nothing's alright

'Cause we lost it all
Nothing lasts forever
I'm sorry I can't be perfect
Now it's just too late and we can't go back
I'm sorry I can't be perfect

Nothing's gonna change the things that you said
And nothing's gonna make this right again
Please don't turn your back
I can't believe it's all just a talk to you
But you don't understand (you don't understand....)

'Cause we lost it all
Nothing lasts forever
I'm sorry I can't be perfect
Now it's just too late and we can't go back
I'm sorry I can't be perfect

'Cause we lost it all
Nothing lasts forever
I'm sorry I can't be perfect
Now it's just too late and we can't go back
I'm sorry I can't be perfect




- Dedicated to my father, who is in his 51st birthday today -





.

Selasa, 27 Januari 2009

I will have nothing to do with you!

ST12 - Cari Pacar Lagi

Cintaku, cintaku padamu
Tak besar seperti dulu
Kamu kok begitu menilai cintaku
Begitu rendah di matamu


Sayangku, sayangku padamu
Tak indah seperti dulu
Maumu begini, maumu begitu
Tak pernah engkau hargai aku


Oo ooh I am sorry
Ku tak akan love you lagi
Ku peluk, memeluk dirimu
Tak hangat seperti dulu
Ku jadi selingkuh, karna kau selingkuh
Biar sama-sama kita selingkuh

Oo ooh I am sorry
Ku tak kan love you lagi

Biar kuputuskan saja
Ku tak mau hatiku terluka
Lebih baik kucukupkan saja
Ku tak mau batinku tersiksa

Jangan kau s’lalu merasa
Wanita bukan dirimu saja
Lebih baik kuputuskan saja
Cari pacar lagi

Cari pacar lagi
Cari pacar lagi

Senin, 26 Januari 2009

Parkiran Denmas Aria Kendor

Setelah sebulan lamanya terkapar di rumah sakit, Facebook-addicted, dan kulker, maka sekaranglah saatnya saya kembali menyampah di Bacotan Orang Terbuang, dan kali ini kembali lagi kita berjumpa dengan teman terdekat saya Denmas Aria Kendor.

Bagaimana kelanjutan kisah beliau setelah berpikir untuk membeli mobil?

Denmas Aria Kendor pun berusaha. Ia mencanangkan untuk dirinya sendiri gerakan menabung dan kerja sambilan untuk mencukupkan uangnya. Tak lupa pula ia mencanangkan gerakan belajar nyetir.

Namun pada dasarnya Denmas Aria Kendor ini bukan orang yang telaten. Maka yang terjadi, gerakan-gerakan yang dicanangkannya itu tak berhasil guna sepenuhnya. Kegiatan menabung kadang-kadang dilakukan, kadang tidak. Uang yang ditabung pun sekedarnya mulai dari Rp 25,-. Kerja sambilan sering bolos. Bahkan belajar nyetir pun ogah-ogahan.

Pada akhirnya nyetir mobil dirasa terlalu sulit untuk Denmas Aria Kendor, apalagi kesibukannya di kampus menyebabkan ia susah sekali untuk meluangkan waktu mendalami seni menyetir. Maka Denmas Aria Kendor pun memutuskan untuk membeli mobil kapan-kapan saja. Tidak masalah selama masih ada angkot-angkot yang berkeliaran di jalan.

Sia-siakah usaha Denmas Aria Kendor? Tidak. Uang hasil tabungannya yang banyaknya lumayan bisa dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari, dan mungkin untuk membeli mobil di lain waktu.

Dia menceritakan ini semua ke gw sambil tertawa terkekeh-kekeh.

Gw cuma menanyakan, memang bagaimana situasinya. Apakah bermobil emang sudah jadi keadaan yang umum?

Dan Denmas Aria Kendor mulai bercerita tentang teman-temannya.

"Ada yang baru beli mobil." Moga-moga kuat bayar bensinnya.

"Ada yang mau jual mobil." Mobilnya udah rusak belom?

"Ada yang diem-diem nabung buat beli mobil." Semangat!

"Ada yang hobinya ganti-ganti mobil, jual lama beli baru dengan untung lumayan." Jangan jadi pengendara doank, jadi dealer mobil aja sekalian mas...

"Ada yang rumahnya jauh tapi betah naik angkot melulu, entah karena nyaman, tak berduit, atau emang nggak bisa nyetir." Emang belum waktunya kali...

"Ada yang mobilnya baru kecurian gara-gara ditinggal di gang rawan dengan kunci masih tercolok." Butuh ucapan belasungkawa mas?

"Ada yang duitnya cukup buat beli 3-4 mobil tapi lebih memilih jalan kaki, entah mengapa." Sekali beli dapetnya Ferrari sih jangan kaget lo pada...

"Ada yang emang ngerasa nggak butuh mobil, dan bilang 'enakan naik motor'." Suka-suka dia lah...

"Ada yang nggak punya duit, tapi mau beli mobil." Nabung dulu lah bang...

"Ada yang kerja jadi montir, tapi nggak bisa nyetir." Setiap orang emang punya bagiannya sendiri...

"Ada yang mau beli mobil pabrikan luar negeri." Bisa setir kiri nggak bang? Klo nggak biasa mendingan beli produk yang didesain lokal deh...

"Ada yang merasa butuh banget kendaraan sampai-sampai mencoba nyetir sendiri bemo, bajaj, oplet, becak, delman, ke kampus... tanpa menyadari bahwa itu semua bukan mobil." Selanjutnya mungkin bisa coba bawa sepeda roda tiga.

"Ada yang kerjaannya minjem-minjem mobil melulu terus berlagak dipunyain," Klo emang butuh beli donk! Minjem melulu... "atau lebih parahnya yang punya disuruh nyetir sementara dia duduk di belakang sehingga si empunya keliatan jadi supir." Buset! Klo mau duduk di belakang cari taksi aja om...

"Ada yang mau beli mobil tapi taunya cuma cara naek kuda," Maen kuda-kudaan aja deh sana om... "dan selama ga bisa nyetir, sering minta temennya gendongin pas jalan pulang." Jir, bohwat dah...

"Terakhir, ada yang 'jadi mobil'." Nah loh???







.

Senin, 05 Januari 2009

Life is Beautiful

"Ajaib... ajaib... Darah Yesus ajaib..."




Gw selalu mengeluh klo 24 jam sehari tuh kurang. Gw sering mengeluh kenapa gw haru melakukan hal bernama tidur ketika ada hal lain yang bisa dikerjakan.

Gw dikasih nggak bisa tidur selama full 24 jam sehari, selama 2 hari.



Selama gw di Bandung, gw selalu kangen sama nyokap. Selama gw di rumah dan nyokap kerja, gw selalu berharap nyokap cepet pulang, gw pengen deket sama nyokap.

Sekarang nyokap gw nemenin gw hampir 24 jam sehari.



Gw muak belajar prosmet dengan dosennya yang kayak Pak Ukan. Gw pengen nggak belajar limbah yang bahannya seabrek. Gw pengen mengistirahatkan otak gw dari rumus-rumus TRK. Gw benci harus ke Bandung saat libur cuma buat ujian.

Gw nggak usah ke Bandung minggu ini. No prosmet, no limbah, no TRK.



Gw pengen pake internet gratis 24 jam di kamar sambil tidur-tiduran.

Gw dapet hotspot 24 jam di kamar, sambil tidur-tiduran.




Life is beautiful.

Sirik? Cobain sakit demam berdarah deh.



"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."
- Yeremia 29:11 -





.